Dendam seorang kepala desa terhadap kemiskinan di sebuah desa terpencil dilombok


 KeleponKecerit.com

    Kemiskinan adalah batu pengganjal yang menyulitkan kita untuk merobohkan dinding penghalang dari sebuah kesejahteraan. Pekik tajam suara-suara kemiskinan menembus benteng-benteng rapuh para insan kekurangan. Inilah gambaran tajam dari sebuah potret usang sebuah kenyataan pahit yang dialami sebuah desa yang sememangnya subur dari sisi geografisnya, desa Gelangsar dimana  Desa gelangsar sendiri terletak dikecamatan Gunungsari kabupaten lombok barat

    Adalah Abdul Rahman kepala desa dari desa Gelangsar dengan segenap cara dan kemampuan yang dikuasainya berusaha melakukan terobosan-terobosan inovativ untuk menundukan musuh besar warga masyarakat yaitu kemiskinan.

    Dari sekian banyak jurus ampuh yang dimainkan sang kepala desa untuk menuntaskan dendamnya terhadap sang raja kesengsaraan yaitu kemiskinan,parasit yg menyebabkan komplikasi sosial di tubuh tegap desa yang dipimpinnya salah satunya adalah dengan cara membangun desa wisata.

    Dengan dibantu oleh segenap ponggawa dijajarannya sang kepala desapun mulai beraksi dengan diawali pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang dianggotai beberapa anak muda desa setempat.

     Pokdarwis desa Gelangsar sendiri adalah satu-satunya pokdarwis yang di resmikan langsung oleh bapak bupati lombok barat sehingga pokdarwis Desa Gelangsar menjadi kelompok sadar wisata paling istimewa.

    Selang waktu yang tidak terlalu lama POKDARWIS yang dibentuknya melalui berbagai pertemuan mulai menyusun ide,gagasan dan mencari titik-titik unggulan untuk dijadikan destinasi wisata menarik. Oleh karna desa Gelangsar kaya akan tempat-tempat menarik maka tidak terlalu sulit bagi generasi emas ini untuk mendapatkan tempat yang bisa dibangunkan spot-spot wisata yang bisa dikunjungi. 

    Terbukti dari hasil kesepakatan maka dipilihlah Bukit Bintang Tigarasa yang terletak didusun Songoran desa Gelangsar.

    Setelah melakukan lobi terhadap para pemilik lahan dalam upaya pembebasan lahan mulailah destinasi wisata Bukit Bintang Tigarasa dibangun dengan anggaran seadanya yang disediakan pemerintah desa melalui dana desa. 

   Singkat cerita ditengah proses pembangunan yang sedang berlangsung mulailah sedikit demi sedikit pengunjung berdatangan besantai, berfoto ria sembari memposting kegiatan liburannya ke media sosial pribadinya hingga hal tal terdugapun terjadi. 

    Dari sekian foto-foto postingan para pengunjung yang sudah lebih dulu berdatangan mengundang ketertarikan banyak orang hingga pada hari perayaan lebaran ketupat pengunjungpun tak terbendung. Dari hari ke hari peningkatan jumlah pengunjung terus membumbung hingga pada hari-hari tertentu seperti hari minggu jumlah pengunjung mencapai seribu lebih.

    Seiring gelombang pengunjung bukit bintang tigarasa yang membeludak pundi-pundi rupiahpun mengikuti dari empat sampai lima juta rupiah pada hari-hari biasa dan pada hari sabtu dan minggu mencapi enam sampai tujuh juta setiap harinya dengan demikian tingkat kesejahteraan warga sekitar meningkat karna warga sekitar bisa mendirikan warung-warung ada yang sekedar berjualan kopi, cemilan dan lain-lain. 

    Sebelumnya desa Gelangsar sendiri adalah sebuah wilayah yang berada dibawah naungan pemerintah desa Mambalan  namun beberapa waktu lalu telah melepaskan diri dan mendirikan pemerintahan sendiri oleh sebab itu desa Gelangsar adalah desa yang tergolong muda akan tetapi berkat kegigihan kepala desa dan pemudanya desa ini mampu bersaing melampaui desa induknya yaitu desa Mambalan. 

Komentar

Posting Komentar